Pertama, Barrick's Carlin, yang merupakan perusahaan tambang emas terbesar kedua di dunia dan terbesar di AS, mencapai 373.000 ounce produksi emas pada kuartal pertama tahun 2021. Angka tersebut merupakan 9% lebih rendah dari pada kuartal pertama tahun 2020. Alasan persentase penurunan ini adalah terutama karena rendahnya produktivitas kiln, serta kandungan karbon yang tinggi, yang juga berdampak negatif terhadap kandungan total bahan baku karena pencampuran.
Tambang lain, Barrick's Cortez, menempati posisi kedua. Produksi emasnya adalah sebesar 163.000 ons pada kuartal pertama tahun 2021, yang juga mengalami penurunan sebesar 22% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020 karena pengurangan produksi di semua perusahaan pengolahan. Produksi kiln lebih rendah, yang terutama disebabkan oleh volume bijih yang lebih rendah yang diproses di Cortez Hills Underground, serta kadar yang lebih rendah, yang sebagian diimbangi oleh peningkatan jumlah pembuangan refraktori yang diproses di tambang terbuka.
Tambang berikutnya, Barrick's Turquoise Ridge, berada di urutan ketiga. Produksi emasnya pada kuartal pertama tahun 2021 adalah sebesar 149.000 ounces. Angka ini merupakan 9% lebih tinggi daripada kuartal pertama tahun 2020, yang merupakan akibat dari produktivitas autoklaf Sage yang lebih tinggi. Peningkatan produksi di bawah tanah Turquoise Ridge pada kuartal pertama tahun 2021 sebagian besar diimbangi oleh runtuhnya kereta bawah tanah Vista, yang sedang dalam proses perbaikan selama kuartal tersebut. Perombakan besar-besaran pada autoklaf Sage dijadwalkan pada kuartal kedua tahun 2021.
Sementara itu, kegiatan penambangan selama kuartal di tambang emas Kinross' Round Mountain, yang merupakan tambang emas terbesar urutan keempat di Amerika Serikat, dipengaruhi oleh tindakan pencegahan yang diambil setelah sistem pemantauan komprehensif mendeteksi adanya pergeseran di dinding utara tambang tersebut. Penambangan yang tertunda di area tersebut akhirnya menunda akses ke bijih Tahap W dan mempengaruhi produksi dan biaya per ons selama kuartal tersebut. Akibatnya, tambang ini hanya menghasilkan 74.000 ons emas pada kuartal pertama tahun 2021, turun 12% dari pada kuartal pertama tahun 2020.
Selanjutnya, tambang Marigold SSR Mining menduduki peringkat kelima. Pada kuartal pertama, tambang tersebut berhasil memproduksi 67.936 ons emas, meningkat 16% dibandingkan kuartal pertama tahun 2020. Tambang tersebut menghasilkan 23,8 juta ton material, meskipun ekskavator terbesar tersebut direncanakan akan ditutup selama 35 hari.
Mari kita lihat daftarnya secara lengkap: