Saham-saham Selandia Baru turun tajam pada Senin pagi, dengan indeks acuan melemah 177 poin, atau 1,3%, ke level 13.546 dan mengakhiri reli kenaikan dua sesi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang menekan selera risiko. Sentimen memburuk setelah laporan pada akhir pekan mengenai serangan AS dan Israel terhadap Iran, kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Khamenei, aksi balasan Iran terhadap negara-negara Teluk, serta penutupan Selat Hormuz.
Pelaku pasar juga mengambil sikap yang lebih berhati-hati menjelang rilis data PMI pekan ini dari China, mitra dagang terbesar Selandia Baru, di tengah kekhawatiran bahwa libur Tahun Baru Imlek dapat menekan aktivitas manufaktur maupun jasa. Di dalam negeri, pasar menantikan data persetujuan pembangunan (building consent) untuk Januari setelah penurunan tajam ke level terendah dalam enam bulan pada izin yang tercatat di Desember.
Kendati demikian, tekanan jual secara menyeluruh masih tertahan oleh berlanjutnya optimisme bahwa kebijakan moneter Selandia Baru akan tetap mendukung, sejalan dengan panduan terbaru dari bank sentral. Kinerja sektoral secara umum negatif, dipimpin penurunan pada saham-saham kesehatan, mineral energi, dan transportasi. Di antara pergerakan yang menonjol, Ryman Healthcare melemah 2,8%, Genesis Energy turun 2,6%, A2 Milk Co. terkoreksi 2,4%, dan Fletcher Building merosot 2,0%.