Surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami penyusutan signifikan pada awal tahun. Pada Januari 2026, surplus tercatat turun menjadi 0,96 miliar dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan surplus Desember 2025 yang berada di level 2,52 miliar dolar AS. Data terbaru ini diperbarui pada 2 Maret 2026.
Penyusutan surplus ini menandai pelemahan kinerja perdagangan Indonesia secara bulanan, meskipun masih berada di jalur surplus. Penurunan dari Desember 2025 ke Januari 2026 tersebut berpotensi mencerminkan perubahan dinamika ekspor-impor di awal tahun, yang kerap dipengaruhi faktor musiman maupun penyesuaian aktivitas ekonomi pasca-libur akhir tahun.
Bagi pelaku pasar dan pengambil kebijakan, penyempitan surplus ini dapat menjadi sinyal untuk mencermati lebih lanjut perkembangan ekspor dan impor Indonesia ke depan, terutama jika tren pelemahan berlanjut dalam beberapa bulan berikutnya.