Harga perak sempat melonjak hingga 2,8% ke $96,4 per ons pada hari Senin sebelum memangkas sebagian kenaikan, seiring para pelaku pasar bereaksi terhadap eskalasi tajam konflik di Timur Tengah. Selama akhir pekan, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan praktis menutup Selat Hormuz, titik jalur pelayaran krusial bagi sekitar seperlima pengiriman minyak global serta aliran gas alam dalam jumlah besar. Tehran membalas dengan menyerang aset-aset AS di seluruh kawasan, termasuk di Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah.
Di AS, data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan harga produsen naik lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari, mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan meneruskan kenaikan biaya terkait tarif kepada konsumen dan mempersulit langkah Federal Reserve menuju pemangkasan suku bunga. Meski demikian, pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin tahun ini, di tengah spekulasi bahwa gejolak geopolitik terbaru dapat mendorong The Fed mengambil sikap kebijakan moneter yang lebih akomodatif.